Danau Toba

Danau Toba merupakan keajaiban alam menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatera Utara selain danau ini. Suasana sejuk menyegarkan, hamparan air jernih membiru, dan pemandangan memesona pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari imaji danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu.

Air Terjun Sipiso-Piso

Air terjun Sipiso-Piso memiliki udara sejuk karena berada di perbukitan dan pemandangan yang indah dikelilingi hutan-hutan pinus di punggung bukit dan hamparan Danau Toba. Di antara tebing terlihat air terjun berjatuhan secara vertikal. Anda bisa menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso dan Danau Toba dari kejauhan pada waktu yang sama.

Bika Ambon Khas Medan

Kue Bika Ambon merupakan makanan khas yang sangat terkenal di Kota Medan, Sumatera Utara. Selain untuk dikonsumsi sendiri, makanan satu ini juga banyak diperjual-belikan, bahkan menjadi salah satu makanan oleh-oleh khas Kota Medan. Salah satu kawasan yang banyak terdapat penjual Bika Ambon ini adalah di kawasan Jalan Majapahit.

Kebun Teh Sidamanik

Kebun Teh Sidamanik merupakan salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang dikelola oleh PTPN IV, Bah Butong dan Tobasari. Terdapat 3 lokasi kebun Teh di kawasan Sidamanik, yaitu Kebun teh Bah Butong, Kebun Teh Tobasari dan Kebun Teh Sidamanik sendiri.

Universitas Sumatera Utara (USU)

Universitas Sumatera Utara (USU) adalah sebuah universitas negeri yang terletak di Kota Medan, Indonesia. Universitas Sumatera Utara adalah salah satu universitas terbaik di pulau Sumatera. USU juga adalah universitas pertama di pulau Sumatera yang mempunyai Fakultas Kedokteran.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

Kapal Wisata Rumah Batak Siap Kelilingi Danau Toba

Medanbisnisdaily.com - Samosir. Terbuat dari 3 jenis kayu, yakni ingul, meranti dan jior, kapal wisata yang dibangun berbentuk rumah Batak milik Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Samosir berbiaya Rp. 2,3 miliar dari APBD Kabupaten Samosir TA 2017, dikerjakan CV. Sumber Rejeki, sudah diuji coba minggu lalu, Jumat (1/12/2017), berlayar di sekitaran pantai Tomok.

kapal_wisata_rumah_batak_siap_kelilingi_danau_toba


Dari hasil uji coba, kapal kayu dengan mesin Marine diesel 100 PK (Paarden Kracht)/tenaga kuda itu, berjalan lancar, tidak ada kendala. Mengingat bentuknya seperti rumah Batak.

Hal itu disampaikan konsultan pengawas, Frando Simatupang dari CV. Konsultan Mandiri Teknik, saat ditemui medanbisnisdaily.com di lokasi pembuatan kapal, di bibir pantai, Desa Tomok Parsaoran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Rabu (6/12/2017) sore.

"Jumat lalu, kapal sudah diuji coba dan tidak ada kendala. Kondisi pengerjaan saat ini sudah mencapai 95%, dan melihat kondisi pengerjaan, target akan tercapai sesuai kontrak," terang Frando Simatupang.

Dijelaskannya, saat ini tinggal merapikan lantai, plitur dinding kapal, dan atap berbahan aspal untuk meredam suara..

"Sudah tahap finishing, ini tinggal plitur dinding kapal, merapikan lantai, pemasangan fasilitas di ruang penumpang, dan pemasangan atap yang hari ini akan selesai," jelas Frando.

Sebelumnya, Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyampaikan, kapal yang dibangun, berukuran, panjang 21,5 meter, lebar 7,5 meter, tinggi 9 meter dengan ruang penumpang berkapasitas 60 orang, berukuran panjang 10 meter dan lebar 5 meter ini, akan di-launching pada pertengahan Desember 2017.

"Inilah progres pembangunan kapal pesiar Pemerintah Kabupaten Samosir ukuran skala kecil, akan di launching pertengahan Desember. Bagi yang berlibur ke Samosir pada akhir tahun, kami sudah dapat memanjakannya dengan pelayanan dan kemewahan kapal ini," tulis Rapidin Simbolon melaui pesan whatsapp, diterima medanbisnisdaily.com, Selasa (28/11/2017).

Dalam pesan yang disampaikan, Rapidin Simbolon juga menjelaskan, kapal yang dibangun semuanya terbuat dari kayu. Motifnya didesain dengan sentuhan culture Batak.

"Pokoknya mantap. Hayo booking sekarang, jangan sampai Anda nyesel," ucap Rapidin Simbolon.

Danau Toba - Sumatera Utara

Indonesia memiliki beragam keindahan alam luar biasa yang tidak dimiliki negara-negara lainnya. Salah satunya, yang bisa Anda jadikan destinasi liburan tahun ini adalah Danau Toba.



danau toba - sumatera utara


Danau Toba terletak di pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara. Luasnya 1.145 kilometer persegi yang menjadikannya danau terluas se-Asia Tenggara dan luasnya lebih besar dari Singapura [716 km].

Danau Toba adalah danau berkawah seluas 1.145 kilometer persegi. Di tengahnya berdiam sebuah pulau dengan luas yang hampir sebanding dengan luas negara Singapura. Danau Toba sebenarnya lebih menyerupai lautan daripada danau mengingat ukurannya. Oleh karena itu, Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba juga termasuk danau terdalam di dunia yaitu sekira 450 meter.



Danau Toba diperkirakan para ahli terbentuk setelah letusan gunung api super sekira 73.000-75.000 tahun lalu. Saat itu 2.800 km kubik bahan vulkanik dimuntahkan Gunung Toba yang meletus hingga debu vulkanik yang ditiup angin menyebar ke separuh wilayah Bumi. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 kilometer di atas permukaan laut.

Danau Toba juga menjadi danau terluas di dunia yang terbentuk dari erupsi gunung berapi, dan masuk dalam daftar Guinness World Records.

Latar belakang Danau Toba terbentuk karena letusan gunung berapi yang memuntahkan 2.800 km kubik material letusan, sehingga membuat kawah yang lambat laun dipenuhi air menjadi danau.

Di tengah Danau Toba terdapat pulau bernama Samosir. Pulau tersebut sekiranya mendekati luas dari negara Singapura dan memiliki beberapa desa dengan wisata alam luar biasa, seperti pegunungan dan air terjun.



Pulau samosir - danau toba


Pulau Samosir dan Danau Toba adalah jantung dan kampung halaman dari Suku Batak. Anda juga bisa merasakan keramahan penduduk desa tersebut sekaligus mengetahui kebudayaan mereka.

Bagi masyarakat Batak yang berada di sekitar lokasi danau ini, Danau Toba bukan hanya tempat wisata alam yang memiliki keindahan luar biasa. Mereka percaya bahwa Danau Toba menjadi tempat bersemayamnya tujuh dewi suku Batak atau yang biasa disebut dengan Namborru. Setiap kali akan melakukan kegiatan di sekitar danau, masyarakat akan berdoa dan meminta izin terlebih dahulu agar acara mendapat berkah dan dapat berjalan dengan lancar.

Jika Anda berwisata ke Danau Toba pada April hingga Agustus, kemungkinan Anda akan dapat menyaksikan kemeriahan dan ritual tradisional dari Suku Batak yaitu upacara Pesta Masyarakat Danau Toba.


Festival danau toba


Pesta danau toba dimulai sejak tahun 1980, merupakan wujud syukur suku batak terhadap anugerah danau toba yang berperan utuh terhadap kehidupan suku batak yang bermukim disekitar danau tersebut. Pada awalnya, event ini hanya sebatas event lokal, seiring berjalannya waktu event ini meulai dilirik oleh pemerintah provinsi

Upacara tersebut diselenggarakan untuk mengingat nenek moyang Suka Batak dengan menampilkan nyanyian, acara olahraga, dan tarian batak.


Gunung Sinabung

Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter.

gunung sinabung, kab. karo

Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.

Panorama di puncak gunung sinabung tidak kalah indahnya, puncak kedua tertinggi di Sumatera utara (Sumut) itu mempunyai ketinggian 2.451 m.dpl. Satu-satunya gunung di Sumut yang berkakikan Danau hanya ditemukan di Sinabung. Danau Lau Kawar memiliki pesona alam yang begitu memukau apalagi danau itu bagai dijaga puncak Lancuk. Lancuk adalah salah satu puncak tinggi Karo yang bertetangga dengan gunung Sinabung. Sinabung merupakan gunung api dengan tipe Strato atau berlapis.

pendaki gunung sinabung

Mendaki Sinabung merupakan pilihan yang tepat untuk menghilangkan kejenuhan. Sepanjang pendakian menuju puncak masih ditemukan hutan tropis yang indah alami.Hamparan ladang penduduk yang ditumbuhi sayur,buah dan bunga-bungaan yang berwarna-warni. Dalam perjalanan di hutan, kita juga akan merasakan bau khas daun-daun dan pepohonan yang akan ditemui didalam hutan tropis. Selain itu, kita akan mendengar kicauan burung-burung yang begitu mengoda kita untuk mengamatinya lebih dekat dengan mengunakan teropong (binocular). Hampir mencapai puncak akan melalui tantangan berat jalan setapak bebatuan yang kiri-kanan jurangnya cukup curam.

Puncak Batu Segal

Puncak batu segal

Gunung yang memiliki lembah terukir indah dari satu punggungan ke punggungan lain, memiliki salah satu puncak yang paling menantang yakni, puncak Batu Segal. Dikabarkan nama “Batu segal” diberikan oleh Tetua Karo disekitar kaki gunung. Puncak ini berbentuk pilar batu yang menjulang tinggi. Belum lagi pesona kawah Sinabung setia memuntahkan uap panas. Kawah itu bernama, Kawah Batu Sigala. Kabarnya kawah itu menyimpan sejuta misteri yang tak terungkap sampai kini. Sementara di bagian puncak cukup luas dan terjal. Sebelah timurnya puncak terlihat keindahan Danau toba dan kota Medan dikejauhan. Sebelah baratnya, keindahan danau lau kawar dan hamparan rumah penduduk disekitar kaki gunung. Dari puncak terlihat perawakan gunung Sibayak dan jejeran pengunungan Bukit barisan yang indah. Berada di puncak biasanya suhu rata-rata 15 derajat celcius.

Status Sinabung

Secara administratif gunung sinabung termasuk dalam kabupaten Karo yang terletak di kecamatan Simpang empat. Gunung yang berkaki danau itu masih tergabung dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Hutan yang dimiliki oleh gunung sinabung merupakan hutan lindung berupa hutan alam pengunungan yang tergabung dalam Tahura Bukit Barisan (BB).

Danau Lau Kawar

Berkemah sambil bergitar mengelilingi api unggun di tepi danau pada malam hari, adalah acara menarik untuk melepaskan lelah selepas mendaki. Seusai makan malam setelah mendirikan tenda, Pendaki biasanya menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dan menjalin keakraban dengan sesama pendaki di tepi danau kawar sambil bersenda gurau. Sambil merasakan sejuknya udara pengunungan dan dinginnya udara malam disana pendaki saling menceritakan pengalamannya selama mendaki. Selain mendaki, biasanya para pengunjung datang hanya sekedar camping, memancing dan membakar ikan. Kegiatan ini dilakoni mereka untuk melepaskan stress dan kabur dari rutinitas yang mengekang kehidupan mereka sehari-hari.

Danau lau kawar

Danau yang airnya jernih itu, sering pula dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mencuci piring bekas sisa -sisa makanan sehabis camping, menyuci kenderaan, dan membersihkan diri sehabis mendaki. Berada di kaki gunung sambil memandang keindahan danau dan puncak Lancuk diseberang, keindahan alam terpancar tiada tara. Kemegahan puncak Lancuk punya keindahan tersendiri dari enam puncak Karo lainnya. Keindahan Lancuk menyimpan sejuta pesona yang menyatu dengan alam disekitarnya. Bilamana bernasib baik, pada sore hari yang cerah dapat dinikmati sunset (Matahari terbenam) dari tepi danau.

Route pendakian

Pendakian dari tepian danau kawar atau desa Sigarang-gara ke puncak, memakan waktu kurang lebih empat jam. Jarak dari kota Berastagi ke lokasi titik awal pendakian gunung sinabung di desa Lau Kawar kira-kira 27 km. Dari kota Medan dapat naik Bus trayek Medan-Kabanjahe,yakni Sinabung Jaya,Sutra dan Serasi Borneo dengan ongkos Rp.12000. Sampai di Brastagi atau di Kabajahe turun lalu mengganti bus jurusan lau kawar mengunakan angkutan pedesaan.

Rute pendakian gunung sinabung

Pendakian dari jalur Danau kita akan merasakan arti berpetualang yang sebenarnya. Pendakian dari jalur itu melalui medan cukup terjal dan curam. Namun pendakian dari desa Mardinding ke puncak Sinabung jarang dilalui pendaki. Kalo seandainya melalui jalur itu, dapat ditempuh dari kota Kabanjahe di terminal bus Tugu, dari sana mengendarai bus ke desa Mardinding. Route perjalanan sekitar 3 – 6 jam (tergantung dari kondisi fisik) untuk sampai di puncak dan agak susah untuk mencari air diperjalanan, disarankan untuk membawa air dari desa Mardinding. Kondisi perjalanan tidak terlalu curam, hanya saja sewaktu kita melewati cadas harus hati2 karena kiri-kanan jurang. Begitu juga dengan jalur desa Sigarang-garang tidak jauh berbeda. Selamat Mendaki. jaga kelestarian  wisata yang memiliki seribu fenomena.

Air Terjun Sipiso-Piso, Tongging ~ Sumatera Utara

Air Terjun Sipisopiso atau Sipiso-piso adalah sebuah air terjun yang berada di Dusun Hutabaringin, Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Air Terjun Sipisopiso memiliki ketinggian hingga 120 meter dan mengucur deras membentuk garis vertikal sempurna. Sehingga Air Terjun Sipisopiso masuk dalam air terjun tipe Plunge. Air Terjun Sipisopiso berada di bibir kaldera raksasa Danau Toba serta terbentuk pada aliran Sungai Pajanabolon yang merupakan salah satu sungai menyuplai air ke Danau Toba. Air Terjun Sipisopiso berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan air laut. Nama Sipisopiso diambil dari nama sebuah Gunung yang berada tepat di timur laut Air Terjun Sipisopiso. Gunung yang juga disebut Dolok Sipisopiso ini memiliki ketinngian sekitar 1.860 meter di atas permukaan air laut.





Dalam bahasa Batak, Sipiso-piso berarti piso atau pisau. Ini digunakan untuk mewakili tinggi dan derasnya air terjun yang mengalirkan air seperti bilah pisau tajam bila dilihat dari ketinggian. Rekor ketinggian air terjun ini juga mengundang wisatawan lokal dan mancanegara. Karena itulah kenapa kali ini Pegipegi mau mengulik lebih jauh tentang Air Terjun Sipiso–Piso untuk travelers semua.


Anda akan terkagum-kagum dengan pesona Air Terjun Sipiso-piso, ketika Anda berada di Desa Tongging, tempat di mana air terjun ini berada. Sebelum Anda melihat air terjun ini dari dekat, berkunjunglah di gardu pandang yang terletak di puncak bukit. Anda akan melihat hamparan keindahan Tanah Karo. Dari gardu pandang ini juga, Anda dapat menikmati keindahan Pulau Samosir, pulau yang berada di tengah Danau Toba.




Pemandangan Danau Toba dari Air Terjun Sipiso-piso.

Setelah Anda puas menikmati pemandangan nan indah dari jauh, Anda dapat melanjutkan perjalanan menelusuri punggungan bukit untuk bercengkerama dengan keindahan Air Terjun Sipiso-piso. Namun, Anda tidak perlu khawatir dalam menelusuri punggungan bukit tersebut, karena sudah disediakan jalur yang berupa anak tangga dan memang disediakan untuk para wisatawan. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai dasar air terjun ini. Dalam perjalanan tersebut, jangan lupa untuk mengabadikan momen indah ini dengan berfoto-foto dengan latar belakang Danau Toba.



Pesona Keindahan Air terjun sipiso-piso


Sesampainya di dasar air terjun, arahkan pandangan Anda ke bukit-bukit yang ada di sekeliling air terjun. Dengan perpaduan hijaunya pepohonan pinus yang rimbun dan suara gemuruh air terjun, membuat suasana hati dan pikiran Anda terasa damai dan tenteram. Jangan lupa untuk membawa bekal makanan untuk dinikmati bersama keluarga Anda setelah lelah bermain air di Air Terjun Sipiso-piso.




Kamu bisa menjangkau Air Terjun Sipiso–Piso dengan angkutan umum dengan rute : Terminal Amplas Medan – naik bus ke Merek (Rp25.000* per orang dalam waktu 2 jam) – turun di Simpang Merak – naik bentor (becak motor) dengan tarif Rp6.000* per orang. Kalau mau ke Tongging kamu bisa langsung naik bentor dari Simpang Merek dengan tarif Rp30.000* per orang atau Rp50.000* per orang.


Atau, dari Medan – nak bus ke Kobanjahe (bus Sutra/Borneo) – naik angkutan kota (Bintang Karo) ke Merek – naik bentor ke lokasi. Namun kalau nggak mau ribet, travelers bisa menyewa mobil sekaligus driver (tarif Rp 400.000* – Rp 500.000* per hari) menuju ke Air Terjun Sipiso–Piso. Oh ya, tiket masuk yang harus dibayarkan di Air Terjun Sipiso–Piso adalah Rp5.000* per orang.