Danau Toba

Danau Toba merupakan keajaiban alam menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatera Utara selain danau ini. Suasana sejuk menyegarkan, hamparan air jernih membiru, dan pemandangan memesona pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari imaji danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu.

Air Terjun Sipiso-Piso

Air terjun Sipiso-Piso memiliki udara sejuk karena berada di perbukitan dan pemandangan yang indah dikelilingi hutan-hutan pinus di punggung bukit dan hamparan Danau Toba. Di antara tebing terlihat air terjun berjatuhan secara vertikal. Anda bisa menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso dan Danau Toba dari kejauhan pada waktu yang sama.

Bika Ambon Khas Medan

Kue Bika Ambon merupakan makanan khas yang sangat terkenal di Kota Medan, Sumatera Utara. Selain untuk dikonsumsi sendiri, makanan satu ini juga banyak diperjual-belikan, bahkan menjadi salah satu makanan oleh-oleh khas Kota Medan. Salah satu kawasan yang banyak terdapat penjual Bika Ambon ini adalah di kawasan Jalan Majapahit.

Kebun Teh Sidamanik

Kebun Teh Sidamanik merupakan salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang dikelola oleh PTPN IV, Bah Butong dan Tobasari. Terdapat 3 lokasi kebun Teh di kawasan Sidamanik, yaitu Kebun teh Bah Butong, Kebun Teh Tobasari dan Kebun Teh Sidamanik sendiri.

Universitas Sumatera Utara (USU)

Universitas Sumatera Utara (USU) adalah sebuah universitas negeri yang terletak di Kota Medan, Indonesia. Universitas Sumatera Utara adalah salah satu universitas terbaik di pulau Sumatera. USU juga adalah universitas pertama di pulau Sumatera yang mempunyai Fakultas Kedokteran.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Rekreasi Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Rekreasi Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

Museum Batak, Balige

Museum ini menjadi sebuah wahana budaya dimana Anda dapat menikmati sekira 1.000 koleksi artefak budaya Batak dan peninggalan sejarah dari 6 puak Batak, yaitu: Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Angkola, dan Mandailing. Keenam puak Batak tersebut secara sosial-kultural memiliki peran penting dalam memecahkan berbagai masalah yang terjadi di wilayah desanya. Di sini Anda juga dapat menyusuri catatan hidup Letjen (Purn). Dr. TB Silalahi.

museum batak, balige
Museum Batak, Balige



Sejarah

Museum Batak Balige didirikan pada 7 Agustus 2006 dan diresmikan pada 17 April 2008 oleh Letjen (Purn). Dr. TB Silalahi. Pembukaan resminya dilakukan pada 18 Januari 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

museum batak disian hari
Musem batak, balige (siang hari)


Komplek TB Silalahi Center sendiri memiliki tanah seluas 5 hektar dan bersebelahan dengan Kantor Bupati. Gedung 3 lantai dengan interiornya berkonsep modern yang dibalut ukiran gorga khas Batak. Museum ini juga menyuguhkan khazanah kekayaan alam Sumatera Utara dengan hamparan Danau Toba dan lanskap Balige yang jelas terlihat ketika Anda naik ke lantai 2 dan 3 gedung ini.

peresmian museum batak, balige
Prasasti peresmian museum batak, balige


Museum Batak Balige merupakan upaya pelestarian dan pemanfaatan koleksi kekayaan budaya dan sejarah etnik Nusantara. Banyak artefak dan naskah kuno Batak tersimpan di perpustakaan dan museum di Eropa terutama Belanda, Jerman dan Inggris. Akan tetapi, sekarang terus diupayakan agar dapat kembali ke tanah Batak dan dinikmati oleh generasinya.


Kondisi dan struktur Museum Batak

Museum Batak ini dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 5 ha dan untuk luas seluruh lantai bangunan adalah 3.356 m2, yang terbagi menjadi 4 level lantai :

museum batak, balige
Museum batak, balige (Malam hari)


Level 1 (1536 m2)

  • Outdoor museum
  • Kantor, ruang CCTV & Fasilitas penunjang Museum seperti : Ruang Laboratorium & Penyimpanan, ruang Service dan Ruang Utilitas.
Level 2 (480 m2)

  • Ruang Penerima dan sebagai ruang Pamer Temporer

Level 3 (1340 m2)

  • Ruang Pamer indoor yang terdiri dari ruang pamer tetap, ruang pamer temporer, dan ruang pamer benda khusus, ruang audio visual dan ruang edukasi yang menunjang kegiatan museum

Level 4

  • Atap museum sebagai Sky Restaurant dan Viewing Peck


Dari segi arsitektur, bangunan ini berbentuk kotak sederhana dengan ukuran 56 X 24 Meter, dan tampak bangunan didominasi oleh kulit bangunan yang terbuat dari bahan modern yaitu Aluminium Komposit, tetapi diolah dengan nilai-nilai local dan tradisional yaitu aluminium komposit diberi motif gorga, satu modul motif gorga gorga terbentuk dari kurang lebih 4500 lubang-lubang kecil. Bangunan ini kelihatannya seperti membelakangi Danau toba, tetapi tidak karena Danau Toba Merupakan Orientasi Utama untuk sirkulasi dan Pengarah vista.

Sistem struktur bangunan ini adalah rangka beton bertulang yang memenuhi standart yang ditetapkan, termasuk antisipasi risiko gempa sesuai dengan zona gempa yang berlaku untuk wilayah ini.


Bangunan Museum Batak ini dilengkapi dengan 25 titik kamera CCTV yang disebar disetiap sudut bangunan, dilengkapi dengan tangga darurat untuk evakuasi kebakaran. Untuk ruang pamer indoor diterapkan system satu pintu akses digital untuk masuk dan keluar.


Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di Museum Batak direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas Wi-fi, dan untuk fasilitas Audio Visual dengan kapasitas 60 orang dilengkapi dengan proyektor dan screen.

huta batak di areal museum batak, balige
Hutak batak di areal museum batak, balige


Fasilitas system informasi menyeluruh dalam satu perangkat TV layer sentuh. System informasi dan hiburan dalam bentuk LCD TV yang terdapat di bagian depan museum yang berukuran 4X6 meter.

Dibagian taman depan terdapat miniatur Danau Toba dengan ukuran 10 x 12 M dan sebuah patung Raja Batak terbuat dari perunggu setinggi 7 meter sebagai Icon Museum. Di bagian depan juga terdapat diorama menggambarkan 6 etnis Batak berupa relief dari perunggu.

Beberapa fasilitas lainnya :

  • ArtShop,
  • Convention Hall,
  • Huta Batak,
  • Kolam Renang,
  • Cafetaria



Koleksi

koleksi barang-barang bersejarah di museum batak, balige
Koleksi barang-barang bersejarah di museum batak, balige



Museum Batak Balige bersama lima museum lainnya di Indonesia menjadi bagian dari program Revitalisasi Museum 2010-2014 menjadi salah satu Program Unggulan yang tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2010-2014. Museum lainnya tersebut adalah: Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat, Museum Provinsi Kalimantan Barat, Museum Provinsi Sumatera Utara, Museum Provinsi Jambi, dan Museum Provinsi Jawa Timur.

TB Silalahi Center sebagai pengelola Museum Batak Balige merupakan organisasi non-profit yang bertujuan memelihara, mengembangkan, serta melakukan penelitian kebudayaan Batak. Yayasan ini juga bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan pertanian.

Launcing Paket Wisata, Wisatawan Serbu Danau Toba


Wisman asal Singapura disambut dengan Tortor di Bandara Silangit, Taput.

DANAU TOBA, SUMUTPOS.CO – Strategi Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mendorong Bandara Silangit menjadi bandara internasional guna meningkatkan kunjungan wisman ke Danau Toba terbukti ampuh. 10 paket wisata yang diluncurkan dalam menyambut penerbangan internasional di Silangit beberapa waktu lalu menarik banyak minat.

Rombongan wisatawan dalam grup-grup sudah mengalir ke Danau Toba. Wisatawan happy dengan segala keindahan yang ada di Danau Toba. Mereka membuktikan langsung bagaimana keindahan Danau Toba dan ragam budaya kehidupan masyarakatnya. Salah satu destinasi prioritas ini pun makin moncer. Kehidupan wisata Danau Toba meriah kembali. Masyarakat langsung mendapatkan dampaknya.

Direktur Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo mengatakan, rombongan wisatawan dari Singapura sudah mulai tiba di Danau Toba. Mereka menikmati segar dan sejuknya udara Danau Toba di Huta Siallagan, Samosir.

“Wisatawan ini merupakan peserta program Paket Wisata Promosi Danau Toba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, Pemprov Sumut, 8 Kabupaten Kawasan Danau Toba, masyarakat dan industri Wonderful Lake Toba,” ujar Arie Prasetiyo.
Para wisman tersebut merupakan rombongan group #1 Paket Wisata Promosi Danau Toba yang datang saat inaugural flight 28 Oktober lalu. Di paket tersebut, selain menikmati udara Danau Toba di Huta Siallagan, mereka juga berkunjung ke Taman Eden 100, sebuah eco tourism site di Kabupaten Toba Samosir.

Mereka juga treking ke air terjun, fruit picking dan demo ukiran Gorga. Program paket wisata 4 hari 3 malam itu ditutup dengan Cultural Nite di Museum Batak TB Silalahi yang merupakan persembahan dari Pemkab Toba Samosir dan Pemprov Sumut.

“Mereka sangat happy dengan program-program ini,” kata Arie.



Tidak hanya berhenti sampai di sini, usai rombongan group 1 kembali ke Singapura dari Silangit pukul 10.15 WIB, akan dilanjutkan dengan group 2 yang akan tiba di Silangit pukul 13.30 WIB pada Kamis (2/11).

Sebelumnya, dalam menyambut penerbangan publik internasional perdana dari Singapura ke Silangit, dihadirkan 10 Paket Wisata Promosi yang akan membawa wisatawan asal Singapura untuk berkunjung ke Danau Toba.

10 Paket Wisata Promosi yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober hingga 21 November 2017 ini merupakan kombinasi dari paket 3D2N, 4D3N dan 5D4N yang akan menyajikan keindahan alam, serta budaya Danau Toba yang dikemas secara apik dan profesional.
Harga paket wisata ini ditawarkan sangat kompetitif mulai dari SGD 299 atau kurang dari Rp 3 juta untuk paket 3D2N, SGD 349 untuk paket 4D3N, dan SGD 489 untuk paket 5D4N plus Medan. Harga paket tersebut sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, akomodasi, makan selama penyelenggaraan paket dan atraksi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutnya sebagai awal yang baik. Bahwa ketika arus transportasi terbuka, maka selanjutnya wisatawan akan disusul kedatangan wisatawan. Begitu juga dengan turunan setelahnya. Dengan kedatangan wisatawan maka pergerakan ekonomi masyarakat setempat ikut terdongkrak.

Danau Toba akan benar-benar menjadi destinasi kelas dunia.

Artikel Menarik Lainnya

Gubernur Sumut Resmikan Permandian Air Panas di Taput

Beritasumut.com-Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi meresmikan Permandian Air Panas USK Hineni, di Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (05/11/2017). Gubernur menyambut gembira keberadaan destinasi wisata baru tersebut karena semakin banyak destinasi wisata diarapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata.


Gubernur Sumut Resmikan Permandian Air Panas di Taput


Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan bel yang dihadiri Keluarga Besar Fatimah Hutabarat yang merupakan pemilik lokasi wisata tersebut, mewakili Bupati Taput,  FKPD Kabupaten Tapanuli Utara, Ephorus Gereja HKI, SKPD Provinsi Sumut, para jemaat gereja HKI se kabupaten Tapanuli Utara, para pelajar SMA dari Tarutung serta masyarakat Tarutung.
Gubsu mengatakan Kabupaten Tapanuli Utara ini khususnya Kota Tarutung  sudah dikenal dengan keindahan objek wisata serta sumber daya alam permandian air panas. Begitu pun menurut Gubsu masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi-lokasi tersebut. 


Tapanuli Utara juga terdapat objek wisata religi salib kasih. "Diharapkan kedepan kunjungan wisatawan di Sumatera Utara akan meningkat, juga di Tapanuli Utara," ujar Erry.
Pada kesempatan itu Gubsu juga mengharapkan agar pengusaha dan pengelola objek wisata yang ada di daerah seperti di Tarutung Tapanuli Utara untuk terus membenahi fasilitas-fasilitas yang ada di lokasi wisata agar terlihat menarik. "Sehingga nantinya wisatawan akan lebih sering mengunjunginya," imbuhnya.

Atas nama keluarga  besar Pemilik Permandian Air Panas Samuel Hutauruk mengatakan pemandian ini dibuat dalam rangka mendukung upaya pemerintah mendongkrak jumlah wisatawan yang akan datang ke kabupaten Tapanuli Utara.